Sertifikasi Member Pilot Drone Sumatera Barat

Pengoperasian drone pada dasarnya telah diatur oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui beberapa peraturan menteri. Salah satunya adalah Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 180 tahun 2015. Yang telah secara sah menggantikan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 90 Tahun 2015 sejak 18 November 2015.

“Peraturan menteri ini pada dasarnya membahas mengenai pengoperasian pesawat tanpa awak di ruang udara (airspace) yang ada di Indonesia. Ini salah satu alasan kita melakukan sertifikasi pilot drone Sumbar,” kata pembina Pilot Drone Sumbar Hilman Satria didampingi Ketua Umum Pilot Drone Sumbar Aries Purnama, saat sertifikasi Pilot Drone Sumbar, di Baga Beach Cottage Kawasan Mandeh, Senin-Selasa (24-25/12).

Aries menyebutkan tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah menjadi seorang pilot drone yang bertanggungjawab dan bermartabat. Dia menjelaskan pilot drone Sumbar, merupakan organisasi yang sejak awal pembentukannya pada 28 Februari 2017 di Padang. Ini merupakan organisasi atau komunitas berbadan hukum akta notaris serta disahkan oleh Kemenkumham RI yang mewadahi para pegiat/pehobi wahana tanpa awak (drone) di Sumatera Barat.

Dia menyampaikan memiliki misi untuk mengajak seluruh pilot drone Indonesia untuk bersinergi mewujudkan dunia penerbangan drone yang aman, bertanggung jawab dan bermartabat. Sebagai sebuah organisasi para pilot drone profesional dan semi profesional, pilot drone Sumbar membekali anggotanya melalui jenjang sertifikasi.

Katanya, beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan untuk mengambil sertifikasi adalah drone bukan mainan. Ini bisa saja berpotensi menyebabkan kerusakan benda atau mengancam keselamatan manusia. Lalu, sertifikasi merupakan saran merealisasikan visi PDS. Tolok ukur kemampuan dan kelayakan minimal seorang pilot menerbangkan drone yang aman.

Proses sertifikasi difasilitasi oleh para instruktur internal PDS yang sudah menguasai pola-pola pembinaan kepada anggotanya. Meliputi pembekalan mengenai pengetahuan keselamatan penerbangan, ujian tertulis mencakup materi keselamatan dan pengetahuan navigasi udara. Serta ujian manuver untuk memastikan para anggota telah menguasai keahlian dasar khususnya bermanuver yang wajib dimiliki.

Para peserta sertifikasi mencoba serangkaian uji terbang dengan melalui tahap take off dan landing. Peran pilot (operator) mutlak diperlukan untuk mengendalikan. Dan mencapai ketinggian dan kecepatan operasi yang diinginkan serta untuk mengantisipasi keadaan pengendalian yang di luar dugaan.

Menurut Aries, ke depannya Pilot Drone Sumbar akan kembangkan sertifikasi yang untuk pengguna UAS industri, pemerintahan dan umum. Disampaikannya, penguji dalam kegiatan ini sudah tersertifikasi oleh FASI dan Dispordirga AU.

Previous Post
Sosialisasi Penggunaan Drone Pada Bursa Inovasi Nagari Di Solok Selatan

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

Pengoperasian drone pada dasarnya telah diatur oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui beberapa peraturan menteri. Salah satunya adalah Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 180 tahun 2015. Yang telah secara sah menggantikan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 90 Tahun 2015 sejak 18 November 2015.

“Peraturan menteri ini pada dasarnya membahas mengenai pengoperasian pesawat tanpa awak di ruang udara (airspace) yang ada di Indonesia. Ini salah satu alasan kita melakukan sertifikasi pilot drone Sumbar,” kata pembina Pilot Drone Sumbar Hilman Satria didampingi Ketua Umum Pilot Drone Sumbar Aries Purnama, saat sertifikasi Pilot Drone Sumbar, di Baga Beach Cottage Kawasan Mandeh, Senin-Selasa (24-25/12).

Aries menyebutkan tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah menjadi seorang pilot drone yang bertanggungjawab dan bermartabat. Dia menjelaskan pilot drone Sumbar, merupakan organisasi yang sejak awal pembentukannya pada 28 Februari 2017 di Padang. Ini merupakan organisasi atau komunitas berbadan hukum akta notaris serta disahkan oleh Kemenkumham RI yang mewadahi para pegiat/pehobi wahana tanpa awak (drone) di Sumatera Barat.

Dia menyampaikan memiliki misi untuk mengajak seluruh pilot drone Indonesia untuk bersinergi mewujudkan dunia penerbangan drone yang aman, bertanggung jawab dan bermartabat. Sebagai sebuah organisasi para pilot drone profesional dan semi profesional, pilot drone Sumbar membekali anggotanya melalui jenjang sertifikasi.

Katanya, beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan untuk mengambil sertifikasi adalah drone bukan mainan. Ini bisa saja berpotensi menyebabkan kerusakan benda atau mengancam keselamatan manusia. Lalu, sertifikasi merupakan saran merealisasikan visi PDS. Tolok ukur kemampuan dan kelayakan minimal seorang pilot menerbangkan drone yang aman.

Proses sertifikasi difasilitasi oleh para instruktur internal PDS yang sudah menguasai pola-pola pembinaan kepada anggotanya. Meliputi pembekalan mengenai pengetahuan keselamatan penerbangan, ujian tertulis mencakup materi keselamatan dan pengetahuan navigasi udara. Serta ujian manuver untuk memastikan para anggota telah menguasai keahlian dasar khususnya bermanuver yang wajib dimiliki.

Para peserta sertifikasi mencoba serangkaian uji terbang dengan melalui tahap take off dan landing. Peran pilot (operator) mutlak diperlukan untuk mengendalikan. Dan mencapai ketinggian dan kecepatan operasi yang diinginkan serta untuk mengantisipasi keadaan pengendalian yang di luar dugaan.

Menurut Aries, ke depannya Pilot Drone Sumbar akan kembangkan sertifikasi yang untuk pengguna UAS industri, pemerintahan dan umum. Disampaikannya, penguji dalam kegiatan ini sudah tersertifikasi oleh FASI dan Dispordirga AU.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

Menu