Sertifikasi Pilot Drone Tanpa Awak Oleh TNI AU

Pada tanggal 1-4 Agustus 2018, TNI AU melalui Dispotdirga (Dinas Potensi Dirgantara) bekerja-sama dengan FASI (Federasi Aero Sport Indonesia) mengadakan kegiatan Training & Sertifikasi Pilot Drone Tanpa Awak di Wisma Aldiron-Jakarta. Dan sebagai perwakilan dari Pilot Drone Sumatera Barat, salah satu member resmi, Jimmy Permana Putra ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Maksud dan tujuan diadakannya sertifikasi ini adalah untuk menjadikan seorang pilot drone yang memahami dan melaksanakan regulasi CASR (Civil Aviation Safety Regulation) part 61, 91, 107, dan Peraturan Menteri Perhubungan yang mengatur tentang UAV (Unmanned Aerial Vehicle – Pesawat Tanpa Awak). Dengan mamahami dan mematuhi regulasi yang berkaitan dengan UAV, maka seorang pilot UAV akan mengedepankan keselamatan orang lain dan lingkungannya terlebih dahulu sebelum terbang.

Disisi lain, seorang pilot yang telah tersertifikasi harus dapat membedakan keperluan hobi dan bisnis. Yang pasti tujuan dari pelatihan dan sertifikasi ini ditujukan kepada penerbang drone yang menggunakan drone-nya untuk kepentingan rekreasi, hobi, olah-raga, dan edukasi. Sedangkan untuk keperluan bisnis harus dilakukan pengajuan ijin menerbangkan di wilayah yang akan digunakan. Semua prosedur dan tata-cara pengajuan ijin yang sah dan legal akan menjadi lebih muda bagi pilot drone yang memiliki sertifikasi ini. Segala pelanggaran akan dikenakan hukuman pidana kurung 4 tahun atau denda 1 milyar.

Begitu pula jika ditemukan adanya pelanggaran oleh pihak lain maka dapat dilaporkan ke pihak berwenang (Kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan) sesegera mungkin untuk diproses secara hukum, atau diberikan peringatan dengan penurunan unit UAV secara paksa (menggunakan drone jammer).

Pengertian pilot dalam pendidikan ini adalah penerbang (airman), bukan operator, sehingga segala bentuk sikap dan disiplin seorang pilot drone mencerminkan seorang penerbang.

Dengan mengikuti pendidikan dan sertifikasi pilot drone ini, maka mereka yang telah lulus harus memahami hal-hal berikut ini:

  1. Air Law (CASR part 61).
  2. Air Law (CASR part 91).
  3. CASR part 107.
  4. Peraturan Menteri Perhubungan 163/2015.
  5. Peraturan Menteri Perhubungan 180/2015.
  6. Peraturan Menteri Perhubungan 47/2016.
  7. Aeronautical Decision Making.
  8. Aerodynamic.
  9. UAS Multirotor Rating.
  10. UAS Fixed-wing Rating.
  11. Human fators.
  12. Air Traffic Management.
  13. Meteorology & Weather.
  14. Radio Telephony.
  15. Risk Assesment.

Syarat utama mengikuti pendidikan dan sertifikasi (Remote Pilot License):

  1. Usia minimal 17 tahun.
  2. Fasih berbahasa Inggris.
  3. Memiliki SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian).
  4. Memiliki laporan Medex (Medical Checkup) yang meliputi:
    • Fisik Diagnostik.
    • Foto Thoraks.
    • EKG.
    • Lab Darah rutin (2 tahun sekali).
    • Lab urin rutin (2 tahun sekali).
    • Telah tergabung dalam klub di masing-masing wilayah.
Previous Post
Family Gathering Pilot Drone Sumatera Barat di Camintoran
Next Post
Pilot Drone Sumatera Barat Regional Sijunjung Terbentuk

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

Pada tanggal 1-4 Agustus 2018, TNI AU melalui Dispotdirga (Dinas Potensi Dirgantara) bekerja-sama dengan FASI (Federasi Aero Sport Indonesia) mengadakan kegiatan Training & Sertifikasi Pilot Drone Tanpa Awak di Wisma Aldiron-Jakarta. Dan sebagai perwakilan dari Pilot Drone Sumatera Barat, salah satu member resmi, Jimmy Permana Putra ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Maksud dan tujuan diadakannya sertifikasi ini adalah untuk menjadikan seorang pilot drone yang memahami dan melaksanakan regulasi CASR (Civil Aviation Safety Regulation) part 61, 91, 107, dan Peraturan Menteri Perhubungan yang mengatur tentang UAV (Unmanned Aerial Vehicle – Pesawat Tanpa Awak). Dengan mamahami dan mematuhi regulasi yang berkaitan dengan UAV, maka seorang pilot UAV akan mengedepankan keselamatan orang lain dan lingkungannya terlebih dahulu sebelum terbang.

Disisi lain, seorang pilot yang telah tersertifikasi harus dapat membedakan keperluan hobi dan bisnis. Yang pasti tujuan dari pelatihan dan sertifikasi ini ditujukan kepada penerbang drone yang menggunakan drone-nya untuk kepentingan rekreasi, hobi, olah-raga, dan edukasi. Sedangkan untuk keperluan bisnis harus dilakukan pengajuan ijin menerbangkan di wilayah yang akan digunakan. Semua prosedur dan tata-cara pengajuan ijin yang sah dan legal akan menjadi lebih muda bagi pilot drone yang memiliki sertifikasi ini. Segala pelanggaran akan dikenakan hukuman pidana kurung 4 tahun atau denda 1 milyar.

Begitu pula jika ditemukan adanya pelanggaran oleh pihak lain maka dapat dilaporkan ke pihak berwenang (Kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan) sesegera mungkin untuk diproses secara hukum, atau diberikan peringatan dengan penurunan unit UAV secara paksa (menggunakan drone jammer).

Pengertian pilot dalam pendidikan ini adalah penerbang (airman), bukan operator, sehingga segala bentuk sikap dan disiplin seorang pilot drone mencerminkan seorang penerbang.

Dengan mengikuti pendidikan dan sertifikasi pilot drone ini, maka mereka yang telah lulus harus memahami hal-hal berikut ini:

  1. Air Law (CASR part 61).
  2. Air Law (CASR part 91).
  3. CASR part 107.
  4. Peraturan Menteri Perhubungan 163/2015.
  5. Peraturan Menteri Perhubungan 180/2015.
  6. Peraturan Menteri Perhubungan 47/2016.
  7. Aeronautical Decision Making.
  8. Aerodynamic.
  9. UAS Multirotor Rating.
  10. UAS Fixed-wing Rating.
  11. Human fators.
  12. Air Traffic Management.
  13. Meteorology & Weather.
  14. Radio Telephony.
  15. Risk Assesment.

Syarat utama mengikuti pendidikan dan sertifikasi (Remote Pilot License):

  1. Usia minimal 17 tahun.
  2. Fasih berbahasa Inggris.
  3. Memiliki SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian).
  4. Memiliki laporan Medex (Medical Checkup) yang meliputi:
    • Fisik Diagnostik.
    • Foto Thoraks.
    • EKG.
    • Lab Darah rutin (2 tahun sekali).
    • Lab urin rutin (2 tahun sekali).
    • Telah tergabung dalam klub di masing-masing wilayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

Menu